Pages - Menu

Rabu, 09 Februari 2011

T3rTanGgaL 6 FebRuaR! 2011


Hari ini ke Kolaka lagi. Lumayan lelah juga sih dengan kurang lebih 12 jam perjalanan pulang pergih, start pukul 6.30 pagi trus sampe rumah kembali pukul 7 Malam. tapi asikkklah karena bisa menikmati banyak pemandangan indah sepanjang jalan. Sangat menikmati disetiap momentnya. Apalagi pas perjalanan pulang menyusuri hutan pinus dan sawah yang mebentang luas berratus-ratus hektar ditambah dengan efek embun dibalik rindangnya hutan, beuh… mantap ahh.. Subhanallah ciptaan Allah, tak tertandingi.. ^_^

Tepar.com alias berbaring untuk istirahat karena kelelahan. Usai Isha langsung rehat. Jam 10 malam bangun makan, konsumsi obat, ngecek sms’’ masuk sambil pelototin perkembangan terbaru di Mesir. Entah mengapa, aku juga kepengen hal ini terjadi di Indonesia. Masyarakat berbondong-bondong turun kejalan dan menyerukan pergantian rezim, ganti system. Hmm, sebenarnya keinginan itu punya konsekuensi. K’lo mang ingin, buktikanlah. Yah, moga pengajian umum bersama anak Kimia ’10 hari senin nanti bisa menjadi tahap kemajuan terbaru pengkaderan sehingga mereka juga betul-betul mampu dan berani berkomitmen menjadi bagian dari perjuangan ini dan pergantian itu segera cepat terwujud. Target: semuanya jadi ngaji. Amin ya Rabb.

Saat ni mang anak-anak agak kewalahan dengan pengkaderan, alhamdulillah. Brand image khilafah di kampus Unhalu yang gencar di bangun oleh para pemikir handal alhamdulillah sudah memikat hati para civitas kampus. Ya, brand image itu tergantung aktivisnya. K’lo aktivisnya hanya saling ngarep n menyalahkan, ga da inisiatif, y mana bisa BI itu bisa booming. Maka di perlukan insiatif tinggi dilandasi niat ikhlas karena Allah. Berani ungkapkan ide, mampu berpikir jangka panjang, dan menerima kritik dan saran karena hal ini penting dalam kerja tim. Kan fikroh dan thoriqohnyakan sudah jelas. Kita juga berjalan di bawah pengawasan sekalipun LDK sifatnya lebih mandiri. hmm, k’lo ngomongin ini, jadi rindu LDK neh. Explore idenya leluasa banggetlah, hehe… pasang surutnya juga, serruu abeeess.. hihihi..

Hufh, jadi ingat waktu pertama kali jadi trainer di acara keakhwatan BKLDM. Temanya adalah “menjadi Muslimah yang dirindukan Surga”. Waktu itu sih, modalnya mang bismillah aja hehe.. mulai jam 9 berakhir 11.30. waktu itu yang jadi pemateri pertama si Atiqoh, adikku yang paling imut ^_^. Tapi lupa di bahas pa y waktu itu. Sebenarnya ada yang unik dan unpredict. Banyak ibu-ibu yang dtg k training kita. Hmm, subhanallah, Allah selalu punya kejutan. Walau mati lampu, kegiatan tetap berjalan dengan lancarrr.

Serius juga para pesertanya. Ketika di buka sesi pertanyaan, tiba-tiba salah satu ibu bertanya mengenai penutup aurat. Subhanallah. Ga nyangka juga si Ibu nanya masalah itu. Akhirnya si Atiqoh menjelaskan dengan lugas, tegas, dan terpercaya bahwa yang di maksud dengan jalabihinna alias jilbab adalah pakaian longgar terusan tak berpotong mirip terowongan yang dipakai oleh wanita ketika keluar rumah dan juga khimar yang berarti kerudung yang seperti biasa di pakai namun tak transparan. jadi pakaian muslimah diluar rumah itu adalah jilbab dan khimar. hmm.. Respon ibu itupun agak sedikit terkejut, tapi mengaku bersyukur karena penjelasan itu baru ia jumpai, namun masuk akal katanya. Ya mang Islam memuskan akal sih bu, hehehe..

Nah, tiba giliranku memaparkan materi, ternyata lagi dapat arisan. Kondisi tertentu lagi menjela. Akh tapi gapapa, dikuat-kuatkan ajalah, Allahuakbar! ^_^. Karena ga bisa sambil berdiri, aku mengatakan pada peserta bahwa kondisi lagi ga fit, perut lagi ada masalah. Eh, lucunya, si ibu-ibu mengiranya kalo diriku lagi ngidam. Wuaaaaahhh, ngidam dari hongkong hahahaha… hmm biarlah mereka dengan prasangkanya, yah anggap aj doalah hahaha..

Well, materi terpaparkan dengan cukup lancar. Di perjalananpun, tiba-tiba perutku ga sakit lagi. Alhamdulillah dah sedia payUng sebelum hujan. Slide power pointnya sudah ku print dari hari-hari sebelumnya untuk mengantisipasi keadaan yang tak diinginkan. Yang kupaparkan saat itu adalah mengenai Syakhshiyyah Islam. Cukup banyak buku dan artikel yang menjadi rujukan saat itu. Pikirku, Karena dalam training itu menentukan ketertarikan pemikiran seseorang untuk kemudian memutuskan lanjut ke tahap berikutnya, yaitu follow up yang tak kalah hebat pentingnya. Dan dalam hal ini juga, biarpun trainingnya mantap, pesertanya sudah “pasrah”, tapi k’lo pengkadernya masih loyo-loyo, mana bisa disebut gerak dan bisa ada produktivitas?

Bagi para pengemban dakwah yang mempunyai masalah dalam mengkader, caranya gampang, kembali ke Irodah, jujur pada diri sendiri, kaji bagian mana yang bermasalah, lalu kembalikan dia ke hukum syara’. K’lo perlu bantuan dalam mengungkapkan ide terhadap madh’unya, minta bantuan temannya untuk menangani situasi, pelajari sambil memompa keberanian diri. Semangat karena Allah. Inilah yang disebut dengan manajemen masalah.

Sering masalah juga muncul akibat study oriented yang berlebihan, pencapaian nilai atau qimah yang tidak seimbang, hingga bingung dengan niat, akhirnya stress, kemudian salah langkah karena salah mengambil keputusan. Kadang harus meminta cuti dari dakwah. Pemahaman yang harus diluruskan.

Dakwah tidak akan menghalangi seseorang untuk menjadi sarjana. Karena dakwah bukanlah paksaan yang kejam. Dia kewajiban yang justru menuntut perbaikan kondisi ummat dalam wilayah individu, masyarakat, dan negara. Justru karena merasa sibuk, dan sibuk itu merupakan bagian dari cobaan, makanya harus dilawan. Jangan diwarnai dengan cobaan yang ada. Kalo kita kalah, Yang ada bukannya kuat, kitanya malah makin lemah. Maka jangan biarkan diri terpuruk lama dalam pergolakan batin yang sebenarnya bisa singkat diselesaikan bila berusaha jujur pada diri sendiri, tariklah diri agar tetap kuat. So, hadapi aja dengan senyuman kesyukuran dan kesabaran. iyye ga cuyy.. :D

Senin, 07 Februari 2011

KHAYALAN DEMOKRASI


Krisis fundamental yang terjadi saat ini ternyata membelajarkan ummat secara global bahwa ungkapan keberhasilan penerapan sistem demokrasi tak seindah kenyataannya. Janji-janji manis para penguasa justru berbanding terbalik dengan realita yang secara terang-terangan memperlihatkan makin terpuruknya nasib rakyat. Slogan-slogan optimis dalam membangun demokrasi pun sungguh jauh panggang dari api. Ungkapan “Memperjuangkan rakyat” sungguhlah sugesti-sugesti kosong. Kepentingan kapitalis lebihlah dominan daripada kepentingan rakyat. Demokrasi justru melahirkan para mafia hukum yang terus saja merajalela. sementara rakyat terus saja meminta keadilan, Hak mereka justru masuk dalam kantung para penguasa yang katanya bekerja melayani rakyat tersebut,. Penegakkan hukumpun hanya ada dibibir saja, nyatanya sangat terlihat jelas tebang pilihnya.

Sebut saja kasus 6,7 milyar Gayus yang sampai sekarang belum ada ujungnya lantaran disebut-sebut menyeret beberapa nama petinggi kepolisian dan penguasa. Dan masih banyak kasus serupa lainnya terjadi. Kenyataan parah lainnya juga muncul dari ketergantungan ekonomi negeri-negeri muslim, termasuk Indonesia, terhadap lembaga Internasional yang berasal dari negara barat, seperti IMF dan World Bank. Memang bantuan ini dapat membantu pembangunan nasional dalam jangka pendek, tapi malah mengeruk hak rakyat untuk jangka panjang. Fasilitas-fasilitas dasar yang seharusnya layak dinikmati rakyat, tidak dapat terpenuhi dengan baik lantaran syarat yang diajukan oleh lembaga-lembaga tersebut memang mengharuskan terjadinya hal demikian. Walhasil, hal ini berakibat pada kemunduran ummat di segala lini kehidupan, seperti kebodohan, kemiskinan, kriminalitas, krisis moral, kesehatan tak terjamin, dan lain sebagainya.

Pemerintah tak mampu lagi menutup-nutupi permainannya. Rakyat sudah capek dan jengah merasakan kesewenang-wenangan kaum kapitalis. Kalau memang pemerintah itu peduli terhadap nasib rakyat, mengapa terus membela dan mempertahankan sistem demokrasi yang hanya melahirkan kebobrokan demi kebobrokan ini. Nah, masihkah kita percaya kalau demokrasi itu baik? Layakkah dipertahankan?.

Kita banyak belajar melalui tragedi Tunisia Januari tahun ini yang kemudian disusul oleh Mesir. Warga tak mampu lagi membendung kekecewaannya pada rezim dan sistem demokrasi, hingga merekapun berani menggelar aksi turun ke jalan melawan pemerintah dzalim untuk menuntut perubahan sistem secara total. Korban tewas dan luka-lukapun tak terelakkan. Nah, kejadian yang serupa bisa saja melanda negeri-negeri lainnya, karena fakta yang terjadipun tak jauh berbeda. Oleh karena itu, negeri-negeri barat, terutama USA, terus saja medesak para pemerintahan timur tengah tersebut agar mengatasi para pengunjuk rasa, karena mereka tahu benar kondisi ini sangat berhubungan dengan eksistensi ideologi mereka. Hal ini bisa menjadi inspirasi bagi yang lainnya, terutama akan terciptanya persatuan ummat Islam yang pastinya akan mampu menumbangkan kapitalisme.

Sebenarnya, pemaparan mimpi-mimpi dalam demokrasi sudah sangat terlambat dan hanyalah omong kosong belaka. Ummat telah banyak menyadari, “sampai kapan kita terus dijajah dan melihat kekufuran ini?”. Oleh karena itu, harus disadari betul bahwa keburukan-keburukan inilah yang menjadi konsekuensi logis penerapan demokrasi kapitalisme yang berasaskan sekularisme. Kedaulatan di tangan rakyat yang bersumber dari akal manusia justru hanya akan mendatangkan kesengsaraan ummat, dunia dan akhirat. Makanya kehandalan demokrasi tidak pernah terbukti di sepanjang sejarah. Inilah yang sudah jelas diperingatkan oleh Allah swt lewat firmanNya: “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. Al-Maidah [5] : 50). Maka, sikap yang yang dibutuhkan bukanlah dengan mereformasi sistem demokrasi, melainkan merevolusinya dengan mengganti sistem buatan manusia tersebut, mencabut hingga ke akar-akarnya, membuang, dan membumi hanguskannya kemudian kembali menerapkan syariat Islam secara menyeluruh dalam naungan daulah Khilafah Islamiyah. Inilah sistem pemerintahan yang akan melindungi kehidupan, harta, dan kehormatan ummat Islam. Inilah metode baku dalam menjaga aqidah umat Islam dan membebaskan manusia dari kekufuran.

Lantas siapakah yang akan mengembalikannya? kitalah yang harus memperjuangkan tegaknya Khilafah sebagai konsekuensi ketundukkan kita pada kalimat tauhid karena, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka" (Ar-Ra'd 11). Ummat Islam harus bersatu menumbangkan rezim dan sistem kufur ini dengan mendesak pemerintah agar ganti rezim, ganti sistem. Sudah saatnya khilafah memimpin dunia. Ini merupakan janji Allah swt. Dan sungguh, janji itu makin dekat saja. Bersiaplah tuk menyambut kedatangannya. Allahuakbar!

Kristen dan Muslim di Mesir Membutuhkan Kembalinya Khilafah


Banyak orang terkejut oleh ledakan bom di luar sebuah Gereja Kristen Koptik di Alexandria, Mesir pada hari Sabtu, 1 Januari 2011 yang menewaskan 21 orang. Ledakan yang terjadi itu merupakan kelanjutan setelah orang Kristen di Irak menghadapi permusuhan sejak pendudukan Irak yang dipimpin Amerika.

Laporan serupa baru-baru ini juga tentang penganiayaan orang-orang Kristen di Tepi Barat dan di Pakistan. Para komentator mengutuk contoh-contoh serangan itu terhadap umat Kristen di negara-negara mayoritas Muslim sebagai tanda-tanda ketegangan antara kaum Muslim dan non-Muslim. Mereka menunjukkan contoh ‘ekstrimisme’ dan intoleransi atas non-Muslim oleh Muslim.

Celaan seperti itu jarang jarang diberikan terhadap sistem sekuler yang dikelola oleh rezim-rezim otokratis – seperti rezim Hosni Mubarak, Mahmud Abbas, Asif Ali Zardari atau Noori al Maliki (maupun para pendukung Barat mereka) – di mana atas pengawasan merekalah keamanan baik Muslim dan non-Muslim telah memburuk selama bertahun-tahun.

Faktanya adalah rezim-rezim itu sangat sedikit peduli tentang APAPUN yang terjadi atas warganya. Mereka telah menghabiskan bertahun-tahun untuk mengamankan kepentingan mereka sendiri, kepentingan para pendukung di antara kaum elit di negara-negara Muslim dan perusahaan-perusahaan multinasional Barat. Bahkan jika harga-harga telah membumbung tinggi dan terjadi kekacauan diantara warga negaranya - baik Muslim, Kristen atau sebaliknya – mereka tetap tidak peduli.

Berbeda dengan negara-negara sekuler, Islam memiliki pendekatan yang sangat berbeda bagi warga non-Muslim. Warga Non-muslim dari Negara Islam (Khilafah) disebut sebagai Ahlul dzimmah yang berarti mereka menikmati hak penuh atas kewarganegaraan. Mereka adalah warga negara yang hidup, dimana kehormatan, harta dan agama mereka semuanya dilindungi di bawah hukum Syariah, seperti juga warga negara lainnya. Mereka membayar pajak yang dinamakan jizyah tetapi mereka dibebaskan dari kewajiban membayar zakat atau wajib militer.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa yang menyakiti kafir dhimmi [warga non-Muslim] maka aku adalah lawannya di Hari Kiamat.”

Rasulullah SAW juga bersabda: “Orang yang membunuh seorang Mu’ahid (orang yang memiliki perjanjian dengan Negara Islam) tanpa hak maka ia tidak akan mencium wangi jannah (surga) bahkan jika baunya adalah sejauh jarak perjalanan empat puluh tahun.” [Ahmad]

Sejarah merupakan bukti bahwa kaum muslimin melaksanakan perintah-perintah di bawah Khilafah selama lebih dari ratusan tahun.

Sir Thomas Arnold dalam bukunya ‘Dakwah Islam’ menyatakan: “Kami tidak pernah mendengar tentang segala upaya untuk memaksa pihak non-Muslim untuk masuk Islam atau tentang segala penganiayaan yang bertujuan memberangus orang Kristen. Lebih lanjut dia mengatakan. “Jika khalifah telah memilih salah satu rencana, mereka tentu sudah membasmi orang Kristen semudah apa yang terjadi dengan Islam selama masa pemerintahan Ferdinand dan Isabella di Spanyol, dengan metode yang sama yang diikuti Louis XIV untuk menjadikan mereka beragama Protestan dimana para pengikutnya itu harus dihukum mati; atau semudah mengusir orang-orang Yahudi dari Inggris selama tiga ratus lima puluh tahun.”

Selama masa pemerintahannya, Kekhalifahan mengizinkan kaum non-Muslim untuk memiliki pengadilan sendiri dan hakim yang menyelesaikan sengketa hukum keluarga dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kehidupan pribadi dan agama mereka.

Imam Qarafi (Ulama Islam terdahulu) menyimpulkan tanggung jawab Khalifah bagi kafir dhimmi ketika ia berkata: “Ini adalah tanggung jawab umat Islam bagi Ahli dzimmah untuk merawat mereka yang lemah, memenuhi kebutuhan orang miskin, memberi makan yang lapar, memberikan pakaian, menegur mereka dengan sopan, dan bahkan menoleransi bahwa yang mereka buat jika mereka adalah tetangga, meskipun tangan kaum Muslim berada di atas. Kaum Muslim juga harus menasehati mereka dengan tulus pada urusan mereka dan melindungi mereka terhadap siapapun yang mencoba untuk menyakiti mereka atau keluarga mereka, mencuri kekayaan mereka, atau melanggar hak-hak mereka.”

Rezim Mesir selama beberapa dekade memenjara ratusan ulama Islam dan ribuan aktifis Islam hanya karena menentang rezim itu meskipun hal seperti ini sedikit sekali yang dilaporkan di media Barat atau dilaporkan dengan semangat seperti serangan pada hari ini yang tampaknya mentargetkan penduduk Kristen.

Apakah itu merupakan intoleransi sekuler dari sistem demokrasi di Barat (harap dicatat pelarangan jilbab, niqab di Eropa, dan pelarangan menara mesjid) atau rezim-rezim otokratis di Timur Tengah, agama dan penduduk beragama sedang dianiaya pada saat ini. Sebaliknya, sistim Islam dan Khilafah menjamin hak dan perlindungan atas kaum minoritas, dan agamanya, atau seperti yang ditunjukkan oleh teks-teks Islam dan bukti-bukti sejarah Islam.

hmm.. Kenapa Harus Wanita Sholehah ?


Terkadang orang heran dan bertanya, kenapa harus mereka ?

Yang bajunya panjang, tertutup rapat, dan malu-malu kalau berjalan..

Aku menjawab.. Karena mereka, lebih rela bangun pagi menyiapkan sarapan buat sang suami dibanding tidur bersama mimpi yang kebanyakan dilakukan oleh perempuan lain saat ini..

Ada juga yang bertanya, mengapa harus mereka ?

Yang sama laki-laki-pun tak mau menyentuh, yang kalau berbicara ditundukkan pandangannya.. Bagaimana mereka bisa berbaur…

Aku menjawab.. Tahukah kalian.. bahwa hati mereka selalu terpaut kepada yang lemah, pada pengemis dijalanan, pada perempuan-perempuan renta yang tak lagi kuat menata hidup. Hidup mereka adalah sebuah totalitas untuk berkarya dihadapan-Nya.. Bersama dengan siapapun selama mendatangkan manfaat adalah kepribadian mereka.. Untuk itu, aku menjamin mereka kepadamu, bahwa kau takkan rugi memiliki mereka, kau takkan rugi dengan segala kesederhanaan, dan kau takkan rugi dengan semua kepolosan yang mereka miliki.. Hati yang bening dan jernih dari mereka telah membuat mereka menjadi seorang manusia sosial yang lebih utuh dari wanita dimanapun..

Sering juga kudengar.. Mengapa harus mereka ?

Yang tidak pernah mau punya cinta sebelum akad itu berlangsung, yang menghindar ketika sms-sms pengganggu dari para lelaki mulai berdatangan, yang selalu punya sejuta alasan untuk tidak berpacaran.. bagaimana mereka bisa romantis ? bagaimana mereka punya pengalaman untuk menjaga cinta, apalagi jatuh cinta ?

Aku menjawab..

Tahukah kamu.. bahwa cinta itu fitrah, karena ia fitrah maka kebeningannya harus selalu kita jaga. Fitrahnya cinta akan begitu mudah mengantarkan seseorang untuk memiliki kekuatan untuk berkorban, keberanian untuk melangkah, bahkan ketulusan untuk memberikan semua perhatian.

Namun, ada satu hal yang membedakan antara mereka dan wanita-wanita lainnya.. Mereka memiliki cinta yang suci untuk-Nya.. Mereka mencintaimu karena-Nya, berkorban untukmu karena-Nya, memberikan segenap kasihnya padamu juga karena-Nya… Itulah yang membedakan mereka..

Tak pernah sedetikpun mereka berpikir, bahwa mencintaimu karena fisikmu, mencintaimu karena kekayaanmu, mencintaimu karena keturunan keluargamu.. Cinta mereka murni.. bening.. suci.. hanya karena-Nya..

Kebeningan inilah yang membuat mereka berbeda… Mereka menjadi anggun, seperti permata-permana syurga yang kemilaunya akan memberikan cahaya bagi dunia. Ketulusan dan kemurnian cinta mereka akan membuatmu menjadi lelaki paling bahagia..

Sering juga banyak yang bertanya.. mengapa harus mereka ?

Yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membaca al qur’an dibanding ke salon, yang lebih sering menghabiskan harinya dari kajian ke kajian dibanding jalan-jalan ke mall, yang sebagian besar waktu tertunaikan untuk hajat orang banyak, untuk dakwah, untuk perubahan bagi lingkungannya, dibanding kumpul-kumpul bersama teman sebaya mereka sambil berdiskusi yang tak penting. Bagaimana mereka merawat diri mereka ? bagaimana mereka bisa menjadi wanita modern ?

Aku menjawab..

Tahukah kamu, bahwa dengan seringnya mereka membaca al qur’an maka memudahkan hati mereka untuk jauh dari dunia.. Jiwa yang tak pernah terpaut dengan dunia akan menghabiskan harinya untuk memperdalam cintanya pada Allah.. Mereka akan menjadi orang-orang yang lapang jiwanya, meski materi tak mencukupi mereka, mereka menjadi orang yang paling rela menerima pemberian suami, apapun bentuknya, karena dunia bukanlah tujuannya. Mereka akan dengan mudah menysihkan sebagian rezekinya untuk kepentingan orang banyak dibanding menghabiskannya untuk diri sendiri. Kesucian ini, hanya akan dimiliki oleh mereka yang terbiasa dengan al qur’an, terbiasa dengan majelis-majelis ilmu, terbiasa dengan rumah-Nya.

Jangan khawatir soal bagaimana mereka merawat dan menjaga diri… Mereka tahu bagaimana memperlakukan suami dan bagaimana bergaul didalam sebuah keluarga kecil mereka. Mereka sadar dan memahami bahwa kecantikan fisik penghangat kebahagiaan, kebersihan jiwa dan nurani mereka selalu bersama dengan keinginan yang kuat untuk merawat diri mereka. Lalu apakah yang kau khawatirkan jika mereka telah memiliki semua kecantikan itu ?

Dan jangan takut mereka akan ketinggalan zaman. Tahukah kamu bahwa kesehariannya selalu bersama dengan ilmu pengetahuan.. Mereka tangguh menjadi seorang pembelajar, mereka tidak gampang menyerah jika harus terbentur dengan kondisi akademik. Mereka adalah orang-orang yang tahu dengan sikap profesional dan bagaimana menjadi orang-orang yang siap untuk sebuah perubahan. Perubahan bagi mereka adalah sebuah keniscayaan, untuk itu mereka telah siap dan akan selalu siap bertransformasi menjadi wanita-wanita hebat yang akan memberikan senyum bagi dunia.

Dan sering sekali, orang tak puas.. dan terus bertanya.. mengapa harus mereka ?

Pada akhirnya, akupun menjawab…

Keagungan, kebeningan, kesucian, dan semua keindahan tentang mereka, takkan mampu kau pahami sebelum kamu menjadi lelaki yang sholih seperti mereka..

Yang pandangannya terjaga.. yang lisannya bijaksana.. yang siap berkeringat untuk mencari nafkah, yang kuat berdiri menjadi seorang imam bagi sang permata mulia, yang tak kenal lelah untuk bersama-sama mengenal-Nya, yang siap membimbing mereka, mengarahkan mereka, hingga meluruskan khilaf mereka…

Kalian yang benar-benar hebat secara fisik, jiwa, dan iman-lah yang akan memiliki mereka. Mereka adalah bidadari-bidadari syurga yang turun kedunia, maka Allah takkan begitu mudah untuk meberikan kepadamu yang tak berarti dimata-Nya… Allah menjaga mereka untuk sosok-sosok hebat yang akan merubah dunia. Menyuruh mereka menunggu dan lebih bersabar agar bisa bersama dengan para syuhada sang penghuni syurga… Menahan mereka untuk dipasangkan dengan mereka yang tidurnya adalah dakwah, yang waktunya adalah dakwah, yang kesehariannya tercurahkan untuk dakwah.. sebab mereka adalah wanita-wanita yang menisbahkan hidupnya untuk jalan perjuangan.

Allah mempersiapkan mereka untuk menemani sang pejuang yang sesungguhnya, yang bukan hanya indah lisannya.. namun juga menggetarkan lakunya.. Allah mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang malamnya tak pernah lalai untuk dekat dengan-Nya.. yang siangnya dihabiskan dengan berjuang untuk memperpanjang nafas islam di bumi-Nya.. Allah mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang cintanya pada Allah melebihi kecintaan mereka kepada dunia.. yang akan rela berkorban, dan meninggalkan dunia selagi Allah tujuannya.. Yang cintanya takkan pernah habis meski semua isi bumi tak lagi berdamai kepadanya.. Allah telah mempersiapkan mereka untuk lelaki-lelaki sholih penghulu syurga…

Seberat itukah ?

Ya… Takkan mudah.. sebab syurga itu tidak bisa diraih dengan hanya bermalas-malasan tanpa ada perjuangan…

Artikel Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers