Pages - Menu

Selasa, 08 November 2011

Kata-kata yang membangunkanku dari kesibukan berkelana

Hari ini aku sampai dari pulau tak bersignal, Taliabo. Kepulauan yang cukup besar di daerah antara Maluku dan luwuk. Keindahan panoramanya tak seindah kehidupan penduduknya walaupun dengan potensi kekayaan sumber daya alam yang begitu melimpah ruah. Cengkeh, lada, pala, coklat, dll. Belum lagi hasil tambang seperti biji besi, emas, dsb. Sama seperti daerah kaya lainnya dengan tak tergapainya kesejahteraan di dalamnya juga konflik dimana-mana. Ketika kebutuhan ekonomi menjerit, maka ketidakstabilanpun terjadi. Semuanya karena situasi politik yang memang tak menjamin ekonomi tumbuh dengan stabil. Politiknya saja dikuasai oleh hamba-hamba yang serakah dan tak pernah puas menjajah, tak peduli halal haram, sikat saja. Karakter ini merambah ketubuh kaum muslimin yang tergiur pada fatamorgana dunia yang sementara.
Well, ketika tiba di Sanana setelah menempuh lama perjalanan kurang lebih 15 jam. Aku bertanya perihal safar kepada beberapa teman-teman. Karena aku berencana melanjutkan perjalanan ke kota Ternate, yah sambung kapal gitu deh. Ternyata keyakinanku searah dengan teman-teman. Aku tak bisa melanjutkan perjalanan. Jadi kuputuskan saja untuk singgah dahulu ke kos-kosan kakakQ dan melanjutkan perjalananku esok sore.
Diantara banyaknya pernyataan teman-teman atau lebih tepatnya sahabat-sahabat. Aku berasa di “bangun”kan oleh kata-kata k’ Che:
“ini Che. Itu kamu sudah harus disertai mahrom”
Hehehe.. entahlah, sepertinya ku sangat hapal dengan irama retorika penuh sindiran dari kakakku satu ini. Teringat lagi dengan sindirannya waktu itu dengan nada konyol namun menyentakku diumurku yang ke 24 saat itu:
“kapanka ko melahirkan?” hahah.. lucu dan guriting.
Kuhela napas panjang lalu tersenyum dan termenung sejenak. Diumurku yang seperempat abad ini, biji-biji sempoanya sudah terkumpul banyak rupanya. Aku tahu aku sudah sangat harus menaiki “bahtera” itu. Tapi entah dengan siapa. Pun aku juga tak tahu apakah pelabuhan itu sudah dekat ataukah belum. Yang penting tetap berusaha mempersiapkan perjalanan panjang itu. Logistic dan skill haruslah mantap, juga yang lainnya. Riak gelombang akan bervariasi nantinya, besar kecil. Memilih menjadi keluarga “rumput” ataukah keluarga “pohon” yang tinggi dan kokoh akarnya. Makin tinggi keinginan, makin tinggi pengorbanan dan tempaan ujiannya
Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata a’yuniwwaj’alnaa lil muttaqiina imaamaa “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri/suami kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”
(Alfurqan: 74)
Aku tak tahu kapan akan bertemu dengannya. Mungkinkah dalam hitungan hari? Ataukah dalam hitungan beberapa waktu ke depan? Yang jelas ialah sang matahari pemegang kata-kata. Ialah kapten safinatunnajahku. Maka siapapun, ia adalah seseorang yang memberiku tiket ke surga, bersama keluarga memperjuangkan risalah-Nya yang suci nan sempurna. Allah akan memberiku di waktu yang tepat, amin.
Fashbir.... shabrun jamiil..

Sabtu, 17 September 2011

let it floww...

hari ini mendekati hari esok, esok, dan esok.. teruuus berjalan. Alhamdulillah masih bisa mencicipi hari ini. ada suasana yang begitu indah tuk ditinggalkan, but I hv to. ini memang pilihan yang tak mudah. banyak hal yang musti di korbankan. termasuk, korban perasaan. namun semuanya harus dijalani dengan ikhlas dan harapan kedepan, bahwa keberhasilan dimulai dari satu keberanian. tak bisa dipungkiri lagi. kadang waktu itu berlalu begitu cepat, kadang begitu lambat. aku hanya bisa memohon, semoga semuanya bisa berjalan dengan baik dan benar. satu hal yang membuatku begitu banyak bertanya-tanya adalah mengenai hal yg dalam hal ini sukar tuk diungkapkan. ada hal yang membuatku bepikir, percaya atokah... ini sulit. tak ada awal yang jelas, begitupun akhirnya. namun, aku yakin pastilah ada hikmah dibalik ini semua. mungkin karena kisahnya saja yang hebat, maka sukar tuk di lepaskan...

Selasa, 09 Agustus 2011

kendari edition :D

7 Agustus 2011


Jam stengah 6 pagi, aku diantar oleh K’ Asma kebandara,, teman seperjuangan yg sekarang juga sudah pindah di Makassar.. k’ Asma dah nikah.. makanya waktu ke bandara ada dua rombongan motor hehehehe… supaya klo pulang nanti k’ asma ma suaminya boncengan,, motor satunya dikendarai ma temannya. Agak susah mang menyesuaikan dengan daerah baru dengan beragam fiqih wanita yg berbenturan dengan sikon yg ada,,, tapi is always there is a way. Pasti ada jalannya untuk selalu istiqomah, insyaAllah, amin.



Jam 10 pagi, sampe juga dikendari. Naik pesawat Lion yg pelayanannya ga begitu berkesan. Penumpang waktu check in harus ngantri lama,, padahal petugasnyapun juga terlambat. Elaaaa, piye to. Tapi, Alhamdulillah, bisa sampe dengan selamat.
Di bandara, aku bertemu dengan seorang ibu yang juga dengan tujuan kendari. Ibu itu domisili una’aha dengan suku jawa. Sepertinya beliau dari jawa timur. Orangnya baik dan antusias. Ia bercerita klo ia mengunjungi anaknya yang habis operasi usus buntu. Karena mempunyai pengalaman yang sama, maka ku twarkan saja untuk melakukan langkah-langkah penyembuhan yang pernah ku tempuh. Akupun juga bercerita ketika ku mengalami masa2 sulit dengan sakitnya usus buntu.. aku sempat berpindah rumah sakit. Pasalnya pembayaran rumkit swasta sangatlah mahal,,,, 6 juta. Namun, ibu itu mengatakan klo sebenarnya harga itu jauh lebih murah dibandingkan perawatan anaknya yg sampe 16 juga belum pembayaran2 yang lain… klo di total ada sekitar 20jutaan katanya. MasyaAllah, kupikir operasi ringan saja sudah menguras tabungan sedemikkian hebatnya, apalahi operasi berat??... naudzubillah pemerintah kita betul2 menyengsarakan rakyat kecil.



Aku dijemput ma adheQ seperjuangan. Namanya Bia. Waktu pertama dia melihatku di bandara dengan menenteng tas feminim dan ransel yg kubawa dengan meletakkannya justru didepan… Bia sampe ga nyangka klo itu aku. Katanya “k’ em, knapa ko kurus skali???”. Hmm gimana ga turun badannya,, sejak beberapa bulan yg lalu aktivitas menggunung,,, serasa nonstop nih badan tapi berasa berporsi,, karena aktivitas yg dijalankanpun bermanfaat, insyaAllah ^_^.



Begitu cepat waktu berlalu,, rasanya baru kemaren kesana kemari, sibuk mengurus berkas2 dsb. Eh sekarang dah di kendari lagi,, hehehe… entah apa yg akan terjadi esok hari,, waktu berlalu begiiiiiitu cepat.



Alhamdulillah hari ini aku berbuka dengan masakan rumah yg selama ini kurindukan. Ada barongko, kolak pisang, es kelapa muda, dan tempe saus tiram special buatan sendiri hehehe. . hmm ga tau mo makan yg mana dulu… yg jelas ga pake berlebihan :).

Aku rinduuuuuu teman2 dakwah,, perjuangan dakwah di Kendari sangat berkesan… belum pernah kujumpai di daerah lain yg seperti ini… :)… tetap semangat kawan2!!!


Allahuakbar!!!





8 Agustus



Akhirnya NPWP en rekQ selese dalam waktu 2 jam… hehehehe… Alhamdulillah, padahal waktu di Makassar, ngurusnya lamaaaaaaaaaaaaa banget, mpe berhari2 ga selese2,, tctctct. Hmmm makanya Waktu tadi kesana udah siapin jiwa tahan banting… pasalnya emang harus gitukaaan….


Rindu saya dengan situasi kendari yg tidak sebising Makassar en tidak seberpolusi seperti makassar.. pasnya di jalan besar nahan angkot, senang rasanya hingga tak mampu kulukiskan dengan kata2… :)


Pasnya angkot jalan, aku sudah ancang2 tempat mana dulu yg akan kutuju… pas depan mall mandonga,, kukira disitu tempat bank yg kutuju, padahal salah… waaaah dimana ya t4nya? Tapi, cuek ajjah,, entar juga klo terus2 akan kelihatan juga, soalnya kendari tuh luas tapi jalurnya keren, hanya 1 jalur, so, ga kan takut nyasar, gakan takut ga tau mana t4 yang dituju :p


Nah, pas mata terus meliar kemana2 cari itu t4… eeeh, ga lama dapet juga kan t4 yg kutuju,, huehehehehehe… gua bilang juga apaa.. xixi


Pasnya di dalm Bank,, waaah rame juga banknya… setelah ngambil nomer antrian, duduklah aku bagian belakang, supaya bisa bersandar. Antrianku masih agak jauh soalnya. Hmmm, ga kebayang klo mo dekat lebaran.. waa musti senggol2an banget niih..


Pasnya nomor antrian A032.. itulah nomor antrianku.. pelayanannya bagus :). Professional, didalamnya dah disiapkan memang pelayan khusus yang menegur para nasabah dan fasilitas seperti mesin fotokopi sebagai kelengkapan berkas membuka rekening baru. Hmm, lancaaaaaar.. :D


Sekitar sejamanlah, aku akhirnya dapat buku rekening sekalian kartu ATMnya..


Lanjuuuuuuut lagi ke kantor pajak… angkot lagiii,, aciiiiiiik :D


Kiri paaaak… turunlah aku didepan kantor Batavia air dekat jalan pasar buah,, hohooo.. jalanlah aku ke kantor pajak yang cukup jauh juga,,, tapi ga terasa banget coz sepanjang jalankan ada pasar bunga,, so mata jadi suegerrrrrrr heheheh…
Sampe dsana jam menunjukkan pukul 11.30 pagi,, ku kira kantornya dah tutup… pasnya masuk, ternyata Alhamdulillah belumm.. ngambil nomor antrian dapatnya nomor 077.. ga lama lagi keknya.. dan mang benar hanya sekitar 5 menit menunggu, ternyata mang sudah dipanggil.. dan ama pegawenya aku dipersilahkan ke dalam ke bagian pelayanan pajak supaya segera di validasi aja lewat sana.. mang aku sebelumnya dah daftar via online, so tinggal ngasih aja lembaran2nya,, truss beres deh… huhuuuuw,, bereees :D
Akhirnya kembali lagi,, naik angkot… singgahnya di masjid Agung… saat-saat lowong, aku sering kesana,, suasananya sejuk, aman, damai, dan tentram.. huwwww…


Terus lanjut lagi deh perjalanannya ke tempat fotokopian,, ujian kesabaran krena pelayanannya terlalu lemah lembut hehe. Truuuuuusss lanjooooooot,, karena bos belum balas berapa no. fax.. jadi I singgah dulu ngenet.. seperti biasa… karena ada request dari teman katanya dy mo siaran trus aku disuruh dengar,, dan itu via online… ciyeeeeeee… semoga dakwahnya lancer dan ideology Islam lebih tersebar luas lagiyyy… amiiin. Oya ama mo ngecek email dari teman, dia ngirim lagunya si almarhum… duuu,, mo nangis lagikan jadinya… padahal saya juga ga pernah lihat itu almarhum, tapi kq sedih banget yak,, moga bisa bertemu di JannahNya kawan… amin….


T’russss lanjut lagi beli beberapa keperluan di mal.. setelah itu pulang.. dan istirahat dll…

Hmmmm
.
.
.
.
Buka puasaaaaaaaaa… es natadecoco.. hmmmmm enyaakkk.. lezaaat,, segrrrrrrr… alhamdulillah :)

Sabtu, 06 Agustus 2011

menjejaki kota losari... Makassar


kali ini lahan perjuanganku adalah makassar. Kota besar yg sibuk di tengah2 sulawesi. kota yg menurutku menyimpan banyak energi namun semu pada bagian lain jika di renungkan. basah akan entertainment,, namun kering akan suasana ruhiyah. namun, satu yg membuatnya menjadi kota harapan buatku,,, org2nya masih mau menerima ide. semoga bisa menaklukkannya... SEMANGAAAAAAAAAAAAT!!! ALLAHUAKBAR!!!!!!!!!



Hari demi hari, yg kujalani di kota makassar adalah perjuangan yg tak tangung-tanggung. benar-benar menguras tenaga, waktu, pikiran, dan materi. namun, aku menikmatinya... banyak pelajaran berharga yg kudapati disini ttg kemandirian dan mengelola potensi. juga banyak hal yg kan di sharing ttg kebobrokan jaman jahiliyyah modern,, dimana birokrasi sangatlah ribet,, negara tak menjamin kesejahteraan dan kemudahan bagi rakyatnya. janji2 penguasa.... itu semua hanya ilusii...

Artikel Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers