Apa yg terlitas dibenak kita ketika mendengar istilah satu ini. istilah ini sudah bukan sesuatu yang baru kita tahu, bukan?. saya sih yakin. toh sudah banyak hashtagnya yang bertaburan didinding dunia maya.
faktanya, memang benar.. emak2 memang memiliki power luar biasa. sehingga nih, ketika emak2 sudah mulai unjuk kekuatan turun tangan memperlihatkan sikapnya, disitulah kelihatan bahwa kekuatan para emak2 jangan dianggap enteng.
emak2 jaman now, begitu mereka menyebutnya. bagaimana tidak.. mungkin ya, emak2 jaman old tidak banyak yang tertarik untuk berbicara atawa menganalisis ttg fenomena perpolitikan. emak2 jaman now justru lebih banyak beropini tentang fakta2 yang ada disekitarnya. ya, mungkin jamannya memang sudah berubah. bahkan, ada sebuah tulisan oleh ust. felix ya kalo gak salah inget. judulnya, diujung jari emak2. nah lho, ada apa fiujung jarinya?.
hehe, sebagaimana trlah kita rasakan bahwa jaman now adalah jaman gadget. jamannya kemajuan teknologi, tak terkecuali emak2 juga pakek. bahkan, banyak para emak2 yang bertingkah alay dengan seringnya memngunggah foto selfi ala2nya itu di dumay seakan gak nyadar kalo dy adalah seorang emak2. hohoho, semoga itu bukan kita ya. terlebih lagi penulisnya yg sudah berprofesi sebagai emak2.
yupm emak2 sejati adalah mereka yang berjuang melakukan kewajibannya dan terus mempervaiki dirinya. mereka bukan sekedar ratu dalam rumahnya tetapi juga pahlawan ditengah2 masyarakatnya dengan beramar makruf nahyi mungkar. memperjuangkan yang haq dan mencegah yang bathil.
emak2 emang dahsyatlaaah..
hidup emak2..
*hanya sebuah coretan dan celotehan malam menjelang tidur.
see u di tulisan saya berikutnya..
salam
AnaSumayyah alias Ummu Fahmi (UF)
Selasa, 28 November 2017
Kamis, 26 April 2012
MENJAWAB OPINI NEGATIF TERHADAP SYARIAT ISLAM
MENJAWAB
OPINI NEGATIF TERHADAP SYARIAT ISLAM
Oleh: MR
Kurnia
Tuntutan
pemberlakuan syariat Islam kembali mengemuka.
Dorongannya adalah kesadaran bahwa hanya syariat Islam sajalah yang
mampu menjawab berbagai persoalan yang tengah membelit negara ini, baik di
lapangan ekonomi, politik, sosial, budaya dan pendidikan, setelah ideologi
sosialisme-komunisme dan kapitalisme dan kapitalisme gagal memenuhi
harapan. Hal ini dapat ditunjukkan
dengan semakin derasnya tuntutan penerapan syariat Islam, dan mengkristalnya
sikap kaum Muslim untuk hanya taat kepada aturan Islam. Meskipun demikian, tak urung ada juga
pihak-pihak yang tidak suka dengan tuntutan diterapkannya syariat Islam.
Sebenarnya,
hal ini dikarenakan, pertama, adanya sejumlah kesalahpahaman
terhadap syariah sedemikian rupa sehingga dalam bayangan mereka syariah menjadi
sesuatu yang sangat menakutkan, mencengkeram kebebasan dan seolah akan
memundurkan kehidupan masyarakat modern sekarang ini ke jaman batu. Kedua, memang ada kesengajaan
dari kalangan tertentu kalangan tertentu untuk menciptakan stigma negatif
terhadap syariah dan melakukan berbagai upaya untuk terus memelihara ketakutan
dan ketidaksukaan masyarakat pada syariat
Islam. Dan, ketiga, pada
kenyataannya apapun yang dikatakan sebagai kebaikan-kebaikan yang akan
diberikan syariah belumlah terwujud secara nyata dalam kehidupan masyarakat
karena, memang, syariat Islam belum total diterapkan. Semua itu masih sebatas wacana, kecuali pada
realitas sejarah dimana tidak semua orang dapat menghayatinya, oleh karena hal
itu memang terjadi di masa lampau.
Berikutnya, muncul penolakan terhadap syariat Islam baik secara tegas
dan terang-terangan maupun dengan kepura-puraan.
Salah satu metode
mereka yang phobi maupun yang anti terhadap syariat Islam adalah membentuk
opini publik untuk menghambat maupun untuk menghentikan gerak laju pejuang
penegakan syariat Islam. Beberapa logika sederhana yang dikemukakan mereka
adalah : “Kata syariat sangat luas
artinya dan dapat digunakan di setiap waktu dan di setiap tempat. Karena yang
terpenting dari syariat itu prinsipnya, bukan materi hukumnya. Artinya, jika di
suatu negeri seperti Indonesia, tidak memungkinkan untuk ditegakkan syariat
Islam (ekonomi, politik, ‘uqubat, dll) maka cukup dilaksanakan prinsipnya saja
bukan hukum formalnya “.
Sunnatullâh
Pertarungan antara haq dengan bathil
terus berlangsung sejak lama. Saat
Rasulullah SAW diutus oleh Allah SWT menyampaikan Islam, masyarakat mulai membincangkan
dirinya dan dakwahnya. Pada awalnya,
bangsa Quraisy sedikit sekali membicarakan hal tersebut. Mereka menyangka bahwa Muhammad hanyalah
seorang ahli syi’ir sehingga ucapannya tidak akan pernah melampaui perkataan
para rahib dan pejabat mereka, dan masyarakat pun suatu waktu pasti kembali
kepada agama dan keyakinan nenek moyangnya.
Apabila mereka melewati Nabi
menyampaikan wahyu, mereka mencibirnya dengan kata-kata:’Inilah cucu Abdul
Muthalib sedang menyampaikan berita dari langit’. Beginilah terus mereka melakukan
pelecehan.
Berikutnya, kaum Quraisy mulai
menyadari bahaya dakwah Rasul terhadap kedudukan mereka. Bersepakatlah mereka untuk menentang,
memusuhi dan memeranginya. Mereka
menyadari, cara penting untuk menghancurkan dakwah Rasul adalah dengan
menjatuhkan pribadinga (‘pembunuhan karakter’) dan mendustakan
kenabiannya. Dimunculkanlah
tuduhan-tuduhan dan pertanyaan-pertanyaan memojokkan seperti:’Bagaimana
Muhammad ini, kok tidak dapat mengubah bukit Shofa dan Marwa menjadi emas’, ‘Mengapa
Jibril yang banyak disebut-sebut oleh Muhammad itu tidak pernah muncul di
hadapan masyarakat’, ‘Tuh, dia buktinya tidak dapat menghidupkan yang mati’,
‘Dia juga tidak dapat memindahkan perbukitan hingga Makkah tidak dikelilingi
oleh bukit’, ‘Mengapa dia tidak memancarkan air yang lebih segar dan banyak
daripada air zamzam padahal dia sangat tahu akan kebutuhan penduduk terhadap
air’, ‘Kalau benar bermanfaat, ‘Mengapa Tuhannya tidak menurunkan ketetapan
harga barang-barang untuk masa depan’, dan ungkapan lainnya. Intinya, menjatuhkan Rasulullah dengan
menuduh ajaran-ajaran dari Allah SWT yang disampaikannya dengan tujuan
masyarakat menjauhi beliau dan Islam yang dibawanya.
Tindakan tadi terus dilakukan oleh
kaum Quraisy. Namun, semua itu tidak
menghentikan dakwah Rasul. Beliau terus
mendakwahi masyarakat untuk menganut dan menerapkan Islam, mengungkapkan
kebobrokan berhala-berhala yang mereka sembah, serta menunjukkan kepandiran
akal para penyembahnya dan pandangan mereka yang mensucikannya. Akhirnya, mereka pun melakukan berbagai cara
untuk merintangi dakwah Rasul. Cara
terpenting adalah penyiksaan, propaganda baik di dalam negeri maupun di luar
negeri, serta blokade/embargo. Mereka
mulai menangkap Amr bin Yasir, Yasir ayahandanya, dan Sumayyah ibundanya;
lantas dibunuhlah ketiganya. Semua ini
tidak dapat membendung dakwah Rasul dan umatnya. Quraisy mulailah senjata lain dengan cara
propaganda memerangi Islam dan kaum muslim di setiap tempat; di dalam negeri
Makkah, mendatangi para jamaah haji untuk melontarkan tuduhan miring terhadap
Nabi dan Islam, berangkat ke luar daerah seperti Thaif dan Habsyah untuk tujuan
yang sama. ‘Apa yang dibawa Muhammad
adalah buatan manusia, bukan wahyu,’ ungkap mereka. Lagi-lagi, upaya ini pun gagal. Akhirnya, ditempuhlah tindakan fisik dengan
cara mengembargo Rasul dan para sahabatnya hingga kebutuhan pokok dari para
pedagang tidak sampai pada mereka dan perencanaan pembunuhan Rasul pun mulai
direncanakan.
Minggu, 15 April 2012
Aqidah Aqliyah
Aqidah
Arti bahasa : (‘Aqada-ya’qidu-‘aqdan) = Tali/Ikatan/Simpul (‘aqdun)
Contoh:
‘aqdul ba’i = ikatan jual-beli.
Arti Istilah :
Pemikiran yang menyeluruh tentang alam, manusia, dan
kehidupan; tentang apa yang ada sebelumnya dan yang ada sesudahnya; serta
hubungannya dengan apa yang ada sebelumnya dan yang ada sesudahnya.
Pemikiran
yang mampu mejawab/memecahkan problematika dasar (‘uqdatul kubra) manusia. Yaitu pertanyaan : Dari mana kita? Untuk
apa di dunia? Dan akan kemana setelah mati?
Penjelasan :
Aqidah
asal katanya adalah ikatan, maka harus berfungsi sebagai pengikat. Untuk itu
harus berupa pemikiran yang mendasar dan menyeluruh, sehingga mampu mengikat
atau menjadi landasan (menentukan langkah dan gerak) manusia dalam mengarungi
kehidupan. Dengan kata lain aqidah harus merupakan pemikiran mendasar yang
dapat melahirkan pemikiran-pemikiran cabang.
Contoh : Aqidah Islam =
Rukun Iman (Iman kepada Allah, Malaikat, Kitab-kitab, Nabi/Rasul, Hari akhir,
Qadla dan qadar) è Manusia berasal dari
Allah, diturunkan di muka bumi untuk beribadah kepada Allah (menjalankan
perintah dan menjauhi larangan-Nya), dan setelah mati akan
mempertanggungjawabkan amal perbuatannya selama di dunia. Dari pemikiran
dasar ini, dapat digali pemikiran-pemikiran cabang tentang bagaimana manusia
seharusnya mengatur urusan politik, ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, dll
Aqidah Aqliyah :
Aqidah yang dibangun
melalui proses pemikiran, dan dipahami serta diyakini melalui proses berfikir.
Aqidah semacam inilah yang bisa melahirkan berbagai pemikiran cabang untuk
memecahkan problem kehidupan. Adapun jika sebuah aqidah dibangun dengan cara dogmatis, maka aqidah tersebut tidak
akan menjadi suatu pemikiran dan tidak akan melahirkan berbagai pemikiran
cabang untuk memecahan problem kehidupan.
Sabtu, 07 April 2012
it would be beautiful in its time..
Sometimes it feels heavy
perhaps it is less attractive
but Allah is Seer
He knows how u feel
He even knows better than urself
should be a strong
have a strong shoulder in order to sustain a heavy burden
coz it would be nice if you level up a few degrees
You will become a person who is rich in many ways
not about the material, but the strength against weakness
a person who is able to control the situation and condition of thorny
you'll beautiful in God's sight, if sincere and subject to Him
the struggle will not always run smoothly
would be many obstacles and challenges
God will not gave the small test if the prize is good
but still realize that it would be beautiful in its time..
perhaps it is less attractive
but Allah is Seer
He knows how u feel
He even knows better than urself
should be a strong
have a strong shoulder in order to sustain a heavy burden
coz it would be nice if you level up a few degrees
You will become a person who is rich in many ways
not about the material, but the strength against weakness
a person who is able to control the situation and condition of thorny
you'll beautiful in God's sight, if sincere and subject to Him
the struggle will not always run smoothly
would be many obstacles and challenges
God will not gave the small test if the prize is good
but still realize that it would be beautiful in its time..
Langganan:
Postingan (Atom)
