Pages - Menu

Tampilkan postingan dengan label MANAJEMEN DIRI MUSLIMAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MANAJEMEN DIRI MUSLIMAH. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Desember 2010

KELACURAN BICARA GADIS PESISIR


Perhatikan wanita yang tutur bicaranya menjadi bencana buruk baginya.

Diriwatkan dari Al-Auza’i, tuturnya, “Saya pernah bertanya pada Az-Zuhri, siapakah istri Nabi yang meminta perlindungan dari beliau?

Ia menjawab, ‘Saya pernah diberitahu oleh Urwah, dari Aisyah ra., bahwasanya seorang gadis pesisir dipersembahkan kepada Nabi saw. (sebagai istri), namun ketika dia dimasukkan ke kamar Nabi saw. Dan beliau mendekatinya, ia malah berseru, ‘Aku berlindung kepada Allah darimu.’

Beliau pun berkata kepadanya (menceraikannya), ‘Kamu telah berlindung dengan Yang Mahaagung. Pulanglah kepada keluargamu” (HR. Bukhari)

Serta-merta beliau menceraikan gadis yang baru saja dinikahinya karena kelacuran bicaranya, dan ia pun batal menjadi pendamping manusia terbaik dan menjadi ibunda kaum mukminin.

CENTIL DALAM BERBICARA


Allah berpesan kepada istri-istri Nabi saw., sekaligus istri-istri kaum mukminin. Dia berfirman, “Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al-Ahzab : 32)

Karena suara dan nada bicara wanita memiliki pengaruh dan pesona yang mampu melambungkan angan dan imajinasi kaum laki-laki maka Allah pun melarangnya untuk mendayu-dayukan suaranya di depan laki-laki asing. Akan tetapi, hal itu hanya boleh dilakukannya dengan suaminya saja sebab ia bisa menjadi jalan memasuki hati.

Perhatikan ujaran para penyair mengenai kaum wanita.

Basysyar bin Bard mengatakan,

Sebuah bicara yang
Seolah-olah bak potongan emas dan perak
Yang didalamnya terpancar warna kuning dan putih

Katanya lagi,

Seolah-olah di bawah bibirnya ada malaikat Harut
Yang menyemburkan pesona sihir di dalamnya
Seolah-olah dengung bicaranya adalah
Potongan-potongan emas perak yang terbungkus bunga

Artikel Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers