Pages - Menu

Selasa, 09 Agustus 2011

kendari edition :D

7 Agustus 2011


Jam stengah 6 pagi, aku diantar oleh K’ Asma kebandara,, teman seperjuangan yg sekarang juga sudah pindah di Makassar.. k’ Asma dah nikah.. makanya waktu ke bandara ada dua rombongan motor hehehehe… supaya klo pulang nanti k’ asma ma suaminya boncengan,, motor satunya dikendarai ma temannya. Agak susah mang menyesuaikan dengan daerah baru dengan beragam fiqih wanita yg berbenturan dengan sikon yg ada,,, tapi is always there is a way. Pasti ada jalannya untuk selalu istiqomah, insyaAllah, amin.



Jam 10 pagi, sampe juga dikendari. Naik pesawat Lion yg pelayanannya ga begitu berkesan. Penumpang waktu check in harus ngantri lama,, padahal petugasnyapun juga terlambat. Elaaaa, piye to. Tapi, Alhamdulillah, bisa sampe dengan selamat.
Di bandara, aku bertemu dengan seorang ibu yang juga dengan tujuan kendari. Ibu itu domisili una’aha dengan suku jawa. Sepertinya beliau dari jawa timur. Orangnya baik dan antusias. Ia bercerita klo ia mengunjungi anaknya yang habis operasi usus buntu. Karena mempunyai pengalaman yang sama, maka ku twarkan saja untuk melakukan langkah-langkah penyembuhan yang pernah ku tempuh. Akupun juga bercerita ketika ku mengalami masa2 sulit dengan sakitnya usus buntu.. aku sempat berpindah rumah sakit. Pasalnya pembayaran rumkit swasta sangatlah mahal,,,, 6 juta. Namun, ibu itu mengatakan klo sebenarnya harga itu jauh lebih murah dibandingkan perawatan anaknya yg sampe 16 juga belum pembayaran2 yang lain… klo di total ada sekitar 20jutaan katanya. MasyaAllah, kupikir operasi ringan saja sudah menguras tabungan sedemikkian hebatnya, apalahi operasi berat??... naudzubillah pemerintah kita betul2 menyengsarakan rakyat kecil.



Aku dijemput ma adheQ seperjuangan. Namanya Bia. Waktu pertama dia melihatku di bandara dengan menenteng tas feminim dan ransel yg kubawa dengan meletakkannya justru didepan… Bia sampe ga nyangka klo itu aku. Katanya “k’ em, knapa ko kurus skali???”. Hmm gimana ga turun badannya,, sejak beberapa bulan yg lalu aktivitas menggunung,,, serasa nonstop nih badan tapi berasa berporsi,, karena aktivitas yg dijalankanpun bermanfaat, insyaAllah ^_^.



Begitu cepat waktu berlalu,, rasanya baru kemaren kesana kemari, sibuk mengurus berkas2 dsb. Eh sekarang dah di kendari lagi,, hehehe… entah apa yg akan terjadi esok hari,, waktu berlalu begiiiiiitu cepat.



Alhamdulillah hari ini aku berbuka dengan masakan rumah yg selama ini kurindukan. Ada barongko, kolak pisang, es kelapa muda, dan tempe saus tiram special buatan sendiri hehehe. . hmm ga tau mo makan yg mana dulu… yg jelas ga pake berlebihan :).

Aku rinduuuuuu teman2 dakwah,, perjuangan dakwah di Kendari sangat berkesan… belum pernah kujumpai di daerah lain yg seperti ini… :)… tetap semangat kawan2!!!


Allahuakbar!!!





8 Agustus



Akhirnya NPWP en rekQ selese dalam waktu 2 jam… hehehehe… Alhamdulillah, padahal waktu di Makassar, ngurusnya lamaaaaaaaaaaaaa banget, mpe berhari2 ga selese2,, tctctct. Hmmm makanya Waktu tadi kesana udah siapin jiwa tahan banting… pasalnya emang harus gitukaaan….


Rindu saya dengan situasi kendari yg tidak sebising Makassar en tidak seberpolusi seperti makassar.. pasnya di jalan besar nahan angkot, senang rasanya hingga tak mampu kulukiskan dengan kata2… :)


Pasnya angkot jalan, aku sudah ancang2 tempat mana dulu yg akan kutuju… pas depan mall mandonga,, kukira disitu tempat bank yg kutuju, padahal salah… waaaah dimana ya t4nya? Tapi, cuek ajjah,, entar juga klo terus2 akan kelihatan juga, soalnya kendari tuh luas tapi jalurnya keren, hanya 1 jalur, so, ga kan takut nyasar, gakan takut ga tau mana t4 yang dituju :p


Nah, pas mata terus meliar kemana2 cari itu t4… eeeh, ga lama dapet juga kan t4 yg kutuju,, huehehehehehe… gua bilang juga apaa.. xixi


Pasnya di dalm Bank,, waaah rame juga banknya… setelah ngambil nomer antrian, duduklah aku bagian belakang, supaya bisa bersandar. Antrianku masih agak jauh soalnya. Hmmm, ga kebayang klo mo dekat lebaran.. waa musti senggol2an banget niih..


Pasnya nomor antrian A032.. itulah nomor antrianku.. pelayanannya bagus :). Professional, didalamnya dah disiapkan memang pelayan khusus yang menegur para nasabah dan fasilitas seperti mesin fotokopi sebagai kelengkapan berkas membuka rekening baru. Hmm, lancaaaaaar.. :D


Sekitar sejamanlah, aku akhirnya dapat buku rekening sekalian kartu ATMnya..


Lanjuuuuuuut lagi ke kantor pajak… angkot lagiii,, aciiiiiiik :D


Kiri paaaak… turunlah aku didepan kantor Batavia air dekat jalan pasar buah,, hohooo.. jalanlah aku ke kantor pajak yang cukup jauh juga,,, tapi ga terasa banget coz sepanjang jalankan ada pasar bunga,, so mata jadi suegerrrrrrr heheheh…
Sampe dsana jam menunjukkan pukul 11.30 pagi,, ku kira kantornya dah tutup… pasnya masuk, ternyata Alhamdulillah belumm.. ngambil nomor antrian dapatnya nomor 077.. ga lama lagi keknya.. dan mang benar hanya sekitar 5 menit menunggu, ternyata mang sudah dipanggil.. dan ama pegawenya aku dipersilahkan ke dalam ke bagian pelayanan pajak supaya segera di validasi aja lewat sana.. mang aku sebelumnya dah daftar via online, so tinggal ngasih aja lembaran2nya,, truss beres deh… huhuuuuw,, bereees :D
Akhirnya kembali lagi,, naik angkot… singgahnya di masjid Agung… saat-saat lowong, aku sering kesana,, suasananya sejuk, aman, damai, dan tentram.. huwwww…


Terus lanjut lagi deh perjalanannya ke tempat fotokopian,, ujian kesabaran krena pelayanannya terlalu lemah lembut hehe. Truuuuuusss lanjooooooot,, karena bos belum balas berapa no. fax.. jadi I singgah dulu ngenet.. seperti biasa… karena ada request dari teman katanya dy mo siaran trus aku disuruh dengar,, dan itu via online… ciyeeeeeee… semoga dakwahnya lancer dan ideology Islam lebih tersebar luas lagiyyy… amiiin. Oya ama mo ngecek email dari teman, dia ngirim lagunya si almarhum… duuu,, mo nangis lagikan jadinya… padahal saya juga ga pernah lihat itu almarhum, tapi kq sedih banget yak,, moga bisa bertemu di JannahNya kawan… amin….


T’russss lanjut lagi beli beberapa keperluan di mal.. setelah itu pulang.. dan istirahat dll…

Hmmmm
.
.
.
.
Buka puasaaaaaaaaa… es natadecoco.. hmmmmm enyaakkk.. lezaaat,, segrrrrrrr… alhamdulillah :)

Sabtu, 06 Agustus 2011

menjejaki kota losari... Makassar


kali ini lahan perjuanganku adalah makassar. Kota besar yg sibuk di tengah2 sulawesi. kota yg menurutku menyimpan banyak energi namun semu pada bagian lain jika di renungkan. basah akan entertainment,, namun kering akan suasana ruhiyah. namun, satu yg membuatnya menjadi kota harapan buatku,,, org2nya masih mau menerima ide. semoga bisa menaklukkannya... SEMANGAAAAAAAAAAAAT!!! ALLAHUAKBAR!!!!!!!!!



Hari demi hari, yg kujalani di kota makassar adalah perjuangan yg tak tangung-tanggung. benar-benar menguras tenaga, waktu, pikiran, dan materi. namun, aku menikmatinya... banyak pelajaran berharga yg kudapati disini ttg kemandirian dan mengelola potensi. juga banyak hal yg kan di sharing ttg kebobrokan jaman jahiliyyah modern,, dimana birokrasi sangatlah ribet,, negara tak menjamin kesejahteraan dan kemudahan bagi rakyatnya. janji2 penguasa.... itu semua hanya ilusii...

Minggu, 17 Juli 2011

beberapa karakter mulia... semoga, amin..


Salimul Aqidah, Bersih Akidahnya dari sesuatu hal yang mendekatkan dan menjerumuskan dirinya dari lubang syirik.


Shahihul Ibadah, Benar Ibadahnya menurut AlQur’an dan Assunnah serta terjauh dari segala Bid’ah yang dapat menyesatkannya.

Matinul Khuluq, Mulia Akhlaknya sehingga dapat menunjukkan sebuah kepribadian yang menawan dan dapat meyakinkan kepada semua orang bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan Lil Alamin).

Qowiyul Jismi, Kuat Fisiknya sehingga dapat mengatur segala kepentingan bagi jasmaninya yang merupakan amanah/titipan dari Alloh SWT.

Mutsaqoful Fikri, Luas wawasan berfikirnya sehingga dia mampu menangkap berbagai informasi serta perkembangan yang terjadi disekitarnya.

Qodirun ‘alal Kasbi, Mampu berusaha sehingga menjadikannya seorang yang berjiwa mandiri dan tidak mau bergantung kepada orang lain dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya.

Mujahidun linafsihi, Bersungguh sungguh dalam jiwanya sehingga menjadikannya seseorang yang dapat memaksimalkan setiap kesempatan ataupun kejadian sehingga berdampak baik pada dirinya ataupun orang lain.

Haritsun ‘ala waqtihi, Efisien dalam memanfaatkan waktunya sehingga menjadikannya sebagai seorang yang pantang menyiakan waktu untuk melakukan kebaikan, walau sedetikpun. karena waktu yang kita gunakan selama hidup ini akan dipertanggungjawabkan dihadapan Alloh SWT.

Munazhom Fii Su’unihi, Tertata dalam urusannya sehingga menjadikan kehidupannya teratur dalam segala hal yang menjadi tanggung jawab dan amanahnya. Dapat menyelesaikan semua masalahnya dengan baik dengan cara yang baik.

Naafi’un Li Ghairihi, Bermanfaat bagi orang lain, sehingga menjadikannya seseorang yang bermanfaat dan dibutuhkan. Keberadaannya akan menjadi sebuah kebahagiaan bagi orang lain dan Ketiadaannya akan menjadikan kerinduan pada orang lain.

Mudah-mudahan dengan kesepuluh karakter yang dikemukakan diatas menjadikan kita termotivasi untuk dapat merealisasikannya dalam diri kita.Amin.

Sabtu, 16 Juli 2011

Dingin tak mungkin mengalirkan panas, maka panaslah agar bisa menularkannya


Azzam ini dari tahun 2007 dan kurang lebih setaun moment ini focus kupersiapkan. Kadang rasanya lama dan cenderung ngeboringin dan pengen cepat-cepat terjun kesana sesegera mungkin,, tapi klo melihat fakta yang sudah di tempuh, setiap detiknya merupakan bagian dari apa-apa yang terbaik dari Allah. Jadi tak perlu tergesa-gesa, Allah membuatku makin kuat dan siap baru boleh berangkat, ada step-step yang belum dilalui makanya secara alami belum bisa terlaksana dalam waktu cepat.


Medan tempur disana mang masih “perawan” bagiku. Kendati demikian, sudah banyak informasi yang kukumpulkan untuk dipikirkan kedepannya, akan dicarikan cara dengan mengembalikannya kepada hokum syara, apa yang paling efektif dan bagaimana Islam mengatur. Intinya adalah harus mengerahkan seluruh tenaga, pikiran, waktu… karena sikonnya tak mudah.


Banyak cobaan yang menuntutku untuk memilih “stay or not?”. Sampai bermuara pada 2 pilihan yang sulit tuk diputuskan. Dan aku memutuskan “jalanilah, bedoalah, bekerjakeraslah… dan lihatlah apa yang Allah akan berikan selanjutnya”.


Berharap banyak pelajaran yang akan kutuai bahwa “dakwah dan kesuksesan hidup itu butuh pengorbanan… laki ato perempuan sama saja, merantau itu biasa… yang penting tetap berpegang teguh pada agama” itu kata emak gue. Mungkin tak semua orang mau mengambil keputusan seperti ini, tapi impian harus tetap diraih. Harus ada keberanian yang penuh untuk mengungkapkan “ummat Islam itu penting”. Keberanian untuk “menari” diatas panggung yang lebih kecil, namun tantangannya jauh lebih besar. Keberanian untuk mengungkapkan sesuatu yang haq diatas status sebagai “al ghuroba”, orang yang terasing, masih seorang diri. Keberanian untuk punya cita-cita yang berskala tinggi. Dan tentunya keberanian itu haruslah ditunjang dengan peluang yang mendukung terwujudnya tujuan. Bagiku bukan baik ato tidak baik, bagus ato tidak bagus, tapi halalkah ato haramkah.


Dakwah itu kapanpun, dimanapun, dan dengan siapapun. Dingin tak mungkin mengalirkan panas, maka panaslah agar bisa menularkannya. Semoga bermanfaat dan semoga Istiqomah. Amin.


~keep struggle, hasbunallah wa ni’mal wakiil~

~EFM, Ana Sumayyah…~

Artikel Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers