Pages - Menu

Senin, 01 November 2021

Kau dan Aku Sama-Sama Berusaha ๐Ÿฅฐ

Sering ada keluhan beberapa ibu saat berbicara kepada saya tentang kesusahan mengajarkan anaknya hafalan Quran. Yang paling sering adalah "bagusji anak ta um, mauki diajar. Saya anakku ndak mauki diajar. Kalau diajak menghafal susahnya, banyak alasannya", dll.

Hmmm, sayapun mengalami hal yang sama, bu. Jangan dilihat hasilnya, namun tengoklah prosesnya. Seakan-akan anak saya baru lahir langsung sami'na wa atho'na, hehee.

Saya juga sedang berusaha. Masih banyak kekurangan. Mencari ilmu pada siapapun karena sadar diri seorang faqir. Tiap kali mendengarkan nasehat, selalu ketampar, alarm diri banyak "PR" yang belum dikerjakan.

Jadi kalau ada yang ingin membandingkan anak seperti pernyataan diatas tersebut, saya hanya bisa bilang "untuk meraih kemuliaan memang butuh pengorbanan. Mari muhasabah, Mari berbenah, mari memulai, mari saling mengingatkan untuk selalu istiqomah".. ๐Ÿ˜Š




Selasa, 22 Juni 2021

We Love Nussa Rara ๐Ÿคฉ๐Ÿ’œ


Makan jangan asal makan....
Perut buncit langsung kenyang...
Makan pakai aturan..
yang nabi ajarkan...

Makan jangan asal makan...
Perut buncit langsung kenyang...
Raihlah keberkahan dalam se..tiap makan....

Let’s Go Let’s Go.....
Let’s Go Let’s Go Let’s Go...

Reff :
Cuci bersih tanganmu...
Ucapkanlah bismillah....
Gunakan tangan kananmu...
Biasakan tak berdiri...

Jangan tiup yang panas...
Lebih baik dikipas....
Gunakan tangan kananmu...
Biasakan tak berdiri...

Jangan tiup yang panas
Lebih baik dikipas,,,
Minum dalam tiga tegukan....
Satu.. Dua... Tiga....
Ayo nyanyi bareng sekali lagi Guys..
Makan jangan asal makan....
Perut buncit langsung kenyang...
Makan pakai aturan..
yang nabi ajarkan...


Demikian sebagian lirik Nussa Rara yang ceria, menyenangkan, dan mudah dipahami oleh anak-anak. Selain itu, yang paling utama adalah sarat akan pesan edukasi Islam yang sangat dibutuhkan para orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Meski, sekalipun kartun, Film Nussa Rara juga mengedukasi bukan kalangan anak-anak saja, tapi berbagai kalangan usia, seperti remaja, juga orang dewasa. Subscriber youtube nussa official saja mencapai 7,89 juta, ditonton oleh jutaan viewers, meski sudah tidak lagi memproduksi karya. Ini membuktikan bahwa kebutuhan umat akan film berkualitas seperti Nussa dan Rara sangat dibutuhkan. 

Gak mau ketรฌnggalan donk, saya juga punya testimoni nih ๐Ÿค—
"Film Nussa Rara adalah salah satu Instrument yang sering saya gunakan untuk memahamkan anak-anak bagaimana seharusnya cara hidup seorang muslim dan muslimah. Sosok mereka berdua juga teman-teman mereka santun dan ramah dalam berkomunikasi. Bahkan sebagai seorang ibu, sayapun banyak belajar pada sosok ibu mereka. Wah pokoknya animasinya keren, ide ceritanya terkonsep baik, simple, sarat ibroh dan hikmah. Benar-benar tontonan keluarga yang T.O.P dan rekomendid Buanget !"

๐Ÿค—Kalau kamu pasti punya testimoni juga, kan?. Share di kolom komentar yuk ?!๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜



MasyaAllah, Kebutuhan terhadap konten-konten mendidik dan Islami dikehidupan milenial seperri saat ini memang tidak bisa terelakkan lagi. Ditengah arus Liberalisme yang serba bebas, yang kerap kali tanpa aturan, dan pastinya berefek negatif pada pendidikan ummat, seperti konten prank yang bertabur dimana-mana, Game online yang merusak hingga membuat  candu, aplikasi joget-joget yang mengikis rasa malu dan izzah. Semua itu telah banyak menyita materi, waktu, energi, sehingga waktu yang seharusnya dimanfaatkan untuk sesuatu yang produktif pun habis sia-sia. Membuang banyak momen. Ditambah lagi ada banyak potensi yang tidak terasah. Sedih gak sih ?!. Maka, tayangan edukatif nan Islami sangat diharapkan. Meski sayang, perjuangan tersebut harus menemui banyak serangan dari kaum tertentu yang tak lain adalah kaum Liberal.

Serangan JIL terhadap Nussa Rara

Film Nussa bikin bangga Indonesia setelah dipilih ditayangkan dalam Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN). Meski di negeri sendiri jadi heboh. (Detikhot.com, 21 Juni 2021)


Hmm, Kaum nyinyirun liberal emang gitu kali ya kalau pas kantongnya bolong. Mencari pembenaran dengan mempermalukan diri sendiri. Well, anjing menggonggong kafilah berlalu. Semakin tinggi pohon bakalan semakin besar pula serangan badai yang mengantam. Jika lebih besar rasa benci, maka kebencian itu kerap mengalahkan akal sehatnya. Namun, kadang cinta dan benci itu beda tipis. Dikit² ingat si dia, udah diputusin, masih aja belum bisa move on, xixixi. Keciaaan deh loh.

Lagian, kenapaa ya orang-orang ini gak sibukin yang lain yang malah merusak generasi macam: demam K-POP, pornografi pornoaksi, dll. Atau malah mereka adalah bagian dari pendukung ?! Na'udzubillah ๐Ÿ˜ฉ๐Ÿ˜ฉ๐Ÿ˜ฉ

Duh, Islamophobia melanda kaum muslimin akibat jauh dari aqidahnya dan framing jahat kaum kafir. Konspirasi mereka berhasil mencitraburukkan kaum muslimin serta ajarannya. Tak tanggung² pihak musuh ini menggunakan dana yang tak sedikit. Adalah proyek war on terrorism and Radicalism gencar dilakukan dinegeri-negeri muslim untuk membendung syu'ur/ perasaan Islam juga pemikirannya kembali membangkitkan kekuatan kaum muslimin, termasuk ingin menghapus identitas kaum muslimin melalui 3F: FOOD, FUN, and FASHION. Karena jika bangkit, maka Islam akan menghapus penjajahan dari muka bumi ini. Weleeeeh, jahat beud gak sih?!.

Sikap seorang muslim.

Sebagai seorang muslim kita wajib bersikap tegas nih. Sebab serangan pemikiran (ghawzuk fikr) memang sesuatu yang tidak terelakkan. Ketika kebathilan merajalela, maka harus ada amar ma'ruf nahi mungkar disana. Dakwah Islam yang memuliakan. Mengeluarkan manusia dari kebodohan menuju cahaya yang terang. Maka sudah menjadi kewajiban kita sebagai seorang muslim untuk melakukan perintah tersebut.

Kata Buya Hamka: 



Sabtu, 29 Mei 2021

perjuangan menuju Hafidz

Berbicara perjuangan menjadikannya hafidz-hafidzah berikut polanya memang bukan sesuatu yang mudah. Butuh keseriusan, konsistensi, komitmen tinggi, dan telaten. Ingat seorang sahabat yang pernah mengatakan kepada saya beberapa tahun lalu seperti ini: "anak-anak itu, kalau ibunya lemah, anaknya juga ikutan lemah". Hmm, kalau ingat pesan berharga ini, jadi ada tambahan energi buat mengumpulkan kekuatan daging dan tulang lagi, hehe.
.
.
Belajar dari para orang tua pencetak generasi qurani, rasanya saya masih belum setangguh mereka. Masih banyak lengah dan komporominya. Namun satu hal, harus tetap berusaha dan jangan pernah menyerah.
.
.
Dapat bully-an itu hal biasa. Saya kira orang yang menerapkan pola seperti saya sudah lumrah mendapatkan hal seperti itu.

"Bu, anaknya dibiarkan bermain diluar, bersosialisasi."
"Bu, anaknya jangan dikurung."
Bahkan...
"Bu, anaknya dipenjara ya ?!".
.
.
Yah, emak-emak macam saya hanya bisa tarik napas dan cukup disenyumin ajah, gak usah berpanjang-panjang, Allaah Maha Tahu. Saya pikir cara menjelaskan yg paling baik adalah melalui karya, insyaAllah akan ngerti juga dari situ. Intinya berusaha mengolah semuanya menjadi motivasi.
.
.
Pola penghafal memang berbeda. Kalau gak diatur dengan baik, hafalan yang sudah susah payah di copas ke otak tersebut melayang satu persatu. Jadi, penghafal Quran berarti sedari awal menerapkan pola yang baik. Krn dengan itu anak terbiasa dengan kapan ia harus murojaah, kapan ia harus menambah hafalan, kapan ia harus bermain, jalan keluar, makan, istirahat, nonton/membaca konten bergizi, dst.
.
.
Tantangannya banyak. Sebagaimana seorang hamba gak mungkin masuk surganya Allah, maka akan diuji dulu. Tapi insyaAllah, akan indah pada saatnya. Berakit-rakit kita kehulu, berenang kita ketepian. Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian.
.
.
Semoga Allah mudahkan segala ikhtiyar kita, mengabulkan doa-doa kita, menjauhkan kita dari bahaya dan kemaksiatan, menjadikan kita manusia yang bermanfaat bagi orang lain, menjadi kekasihNya dan RasulNya, dan kelas berkumpul bersama di JannahNya, aamiin Yaa Robbal 'alamiin.. ๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ
.
.
Ummi, 25 Mei 2021


Selasa, 27 April 2021

Rabu, 03 Februari 2021

Tidak Boleh Hasad


*TIDAK BOLEH HASAD*

*Rasulullah saw.* bersabda:
*ู„ุง ุญุณุฏ ุฅู„ุง ููŠ ุงุซู†ุชูŠู†: ุฑุฌู„ ุขุชุงู‡ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ู‚ุฑุขู†، ูู‡ูˆ ูŠู‚ูˆู… ุจู‡ ุขู†ุงุก ุงู„ู„ูŠู„ ูˆุขู†ุงุก ุงู„ู†ู‡ุงุฑ، ูˆุฑุฌู„ ุขุชุงู‡ ุงู„ู„ู‡ ู…ุงู„ุง ูู‡ูˆ ูŠู†ูู‚ู‡ ุขู†ุงุก ุงู„ู„ูŠู„ ูˆุขู†ุงุก ุงู„ู†ู‡ุงุฑ*
_Tidak boleh ada hasad (rasa iri) kecuali kepada dua orang yaitu: (1) orang yang Allah beri al-Quran, lalu ia mengamalkan al-Quran itu  siang-malam; (2) orang yang Allah beri harta, lalu ia menginfakkan hartanya siang-malam_ *(HR Muslim).*

*_Pesan Moral:_*
_Maksud "iri" dalam hadis di atas tentu iri yang positif, yakni yang mendorong kita untuk sungguh-sungguh bisa "menyaingi" para pengamal al-Quran dan orang-orang yang menginfakkan harta mereka siang-malam._

*Arief B. Iskandar*
*_(Khadim Ma'had Wakaf Darun Nahdhah al-Islamiyah Bogor.)_*

Kamis, 14 Januari 2021

Anda Bagi Kami, Ya Syeikh.. ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


Kami berduka, ya Syeikh..
Bulir-bulir air mata kami berjatuhan
Mengalir membasahi tanah air
Kau yang kami sayangi dan kau yang menyayangi kami telah mencapai batas waktu dunia yang fana.

Kami kaget, ya Syeikh..
Pikir kami, kami masih ingin mendengar seruanmu
Menimba tsaqofah dari keluasan ilmumu
Duduk menikmati semuanya
Namun, Allah memang benar-benar menyayangimu

Kami iri, ya Syeikh..
Disaat kau telah kembali duluan
Kau meninggalkan begitu banyak jejak berharga
Jejak yang akan menjadi investasi setelah kematianmu
Kamipun bercermin, apa yang akan kami bawa ?!

Kami hormat, ya Syeikh..
Anda yang meninggalkan tanah arob dan tinggal di negeri kami
Anda yang berdedikasi bagi hijrahnya umat ini
Anda yang banyak menyerukan perubahan
Anda yang didzolimi dinegeri ini 
Yang mencintai negeri ini

Kami kehilangan, ya Syeikh
Semoga suatu saat kami bisa bertemu denganmu, di JannahNya, aamiin yaa Rabbal 'alamiin.. ๐Ÿคฒ๐Ÿ˜ญ

Dzamir Membuat Labirin

Belajar dan bermain Hari ini abang Dzamir membuat Labirin, atau yang biasa juga disebut dengan maze. Dibantu dengan kakak Fahmi dan adik Hanun. Menurut saya pribadi, Alat Pembelajaran Edukatif (APE) Maze atau labirin ini merupakan sarana pembelajaran yang tepat untuk anak. 

Dengan sistem jalur yang rumit, berliku-liku, serta memiliki banyak jalan buntu, anak-anak bisa berimajinasi dan berlatih mengasah banyak hal, yang jika dijabarkan maka sebagai berikut:

Melatih Perkembangan Kognitif

Pada saat anak bermain dengan permainan maze, anak akan terlatih perkembangan kognitifnya, misal anak mampu mencari jalan yang sangat efektif untuk bisa sampai ke tujuan yang diinginkan.

Melatih Perkembangan Afektif

perkembangan afektif, anak mampu mengetahui tempat mana yang bisa digunakan untuk menunaikan ibadah, bersekolah, memeriksakan kesehatan, dll.

Melatih Motorik

Anak mampu mengikuti jalan liku-liku untuk bisa sampai dari suatu tempat ke tempat yang lain.

Melatih Perkembangan Seni

Anak mampu menyusun maze serta memilih jalan yang lebih cepat untuk bisa sampai ke suatu tempat tujuan. 

Melatih Perkembangan Bahasa

Anak mampu berinteraksi dengan temannya untuk bisa berangkat ke tempat yang ingin dituju. 

Melatih Perkembangan Sosial Emosional

Anak mampu membantu temannya mencari jalan untuk menuju ke suatu tempat.

Masyaallah, banyak ya manfaat maze ini. Tak banyak digunakan oleh tenaga pengajar sebagai instrumen pembelajaran. Seperti saya yang kali ini mengajarkan mateti LKH dari Anifa Homeschooling, tema: Aku, dan pengembangan serta penajaman pada sisi aqidahnya. Anak-anakpun senang dengan mengikutinya, alhamdulillah.

Sampai jumpa di cerita homeschooling kami lainnya.... ๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—

(ini maze hasil editing ummi buat bahan pembelajaran lanjutan Dzamir ๐Ÿ˜Š )




Rabu, 13 Januari 2021

Ketika Homeschooling Menjadi Pilihan


Finally, abang Dzamir sekolah juga. Sesuatu yang ia idam-idamkan. Hampir setiap hari melihat kakaknya sekolah, iapun ingin bersekolah. Hingga saat pandemi, kakak Fahmi harus bersekolah dirumah aja via zoom, abang Dzamirpun merengek mau sekolah juga via zoom. Setiap setelah kakaknya ngezoom, abang Dzamir pasti menangis sejadi-jadinya ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜Š.

Tak kalah, dede Hanun yang masih usia 1 tahun 6 bulan kemudian bersekolah bersama Dzamir, Hehehe. Di sekolah yang sama dengan basic homeschooling asuhan ustadzah Zulfa Alya, yakni Anifa Homeschooling.

Berawal dari melihat postingan disatu grup, saya langsung tertarik, kemudian menghubungi nomor yang tertera. Nah, saat menghubungi CP tersebut via WA, kelihatan dari foto profilnya kalau mbaknya adalah emak ideologis. Waah, Dalam hati saya langsung "oh, aman nih" dan makin penasaran donk sama homeschoolingnya, hehee. Setelah komunikasi, kemudian tahu kalau homeschoolingnya punya ustadzah Zulfa Alya, kemudian sayapun mendapat beberapa gambaran tentang sekolah tersebut. Ucap saya dalam hati lagi "berarti tinggal komunikasi ke bos aja nih, ๐Ÿ˜†". Oh iya, Ijazah juga akan difasilitasi oleh Anifa Homeschooling.

Dan taraaa, setelah kami merenung bersama, akhirnya kami sepakat untuk menempuh jalur homeschooling. Kata paksu, asalkan saya mampu handle anak-anak, silahkan. Maklum, beliau bukannya tidak ingin membantu. Tetapi, sejak pandemi, suami yang beraktivitas di warung makannya jadi lebih banyak menghabiskan waktu disana. 


Dan ya, itulah doa saya selalu, semoga senantiasa diberikan kemampuan, kesehatan, kemudahan, dan kelancaran untuk memdampingi anak-anak, apatah lagi di Usia dininya. Bagi saya pribadi, menakar kemampuan sendiri, merasa butuh sekali ada yang membantu saya untuk membersamai anak-anak. Biar istiqomah. Mewujudkan visi misi keluarga yang telah kami rancang. InsyaAllah, learning by doing.

By the way, Saya tidak ingin membandingkan antara homeschooling dan sekolah formal ya. Apalagi memperdebatkannya. Semua orang punya kondisi berbeda-beda. Keinginan berbeda-beda. Bahkan mungkin kebutuhan berbeda-beda. semua berhak untuk menentukan pilihannya masing-masing sesuai dengan tadi semua. Kita Saling mendoakan dan saling mendukung satu sama lain ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ.

"Kembali ke laptop". Seperti yang saya bilang, learning by doing. Pekan pertama berlalu, pekan kedua berjalan. Awalnya masih penyesuaian, sekarangpun masih, dengan kebiasaan yang mulai terbentuk. Pagi-pagi sudah minta mandi dan mau sekolah, alhamdulillah. Bahkan di kakakpun ikutan sekolah bersama adik-adiknya. Dan itu memudahkan, tak jarang kakak Fahmipun membantu saya mengajari adik-adiknya. MasyaAllah tabarakallah.

InsyaAllah, bakal bercerita banyak tentang homeschooling mereka disini ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š. Sampai jumpa dicerita berikutnya. Semoga menginspirasi dan bermanfaat. Aamiin yaa Robbal 'alamiin. ๐Ÿคฒ๐Ÿฅฐ


With ๐Ÿ’• lillah,

Ema Ummu Fahmi

Artikel Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers