Pages - Menu

Selasa, 08 November 2011

Diam-diam ia menyemburkan inspirasi dan meluluhkan egoku…

Ia mungkin tak pandai merangkai kata puitis, tapi geraknya meluluhkan egoku. Ia gadis hitam manis sederhana yang pandai memasak dan mahir mengelola keuangan, tapi gemar bersedekah. Ia tak kaya namun insyaAllah ia mempunyai kekayaaan dengan sesungguh-sungguhnya kekayaan. Ia kaya hati dengan seperangkat ide dalam kepalanya. Itulah yang kusukai darinya. Aku kagum padanya. Kupetik sedikit demi sedikit kisah hidupnya lalu kukumpulkan hingga menjadi semburan inspirasi bagiku hari ini. Aku tahu, suatu hari ia akan jadi orang sukses, amin.

Ia sering membuatku tertawa dengan gayanya yang konyol dan dengan segala imajinasinya juga pemilihan kata-katanya,. Walau sering emosional, aku bersyukur bisa bersahabat dengannya yang pemikir dan teknisi. Itu membuatku mudah dipahami. Merinci banyak hal, dia banyak mengerti maksudku dan apa yang harus dilakukan. Langkahnya yang enerjik siap menginjak-nginjak kekejaman system yang menjadi sampah saja sudah tak layak. Militansi & rembah-rembah air mata pengorbananmu hari ini adalah bagian dari tentara-tentara futuhat masa depan.

Kuingat kisah motor yang mogok dengan bawaan kue di tengah air mata langit yg cukup deras.

Kuingat tengah malam melahap onde2 ubi isi gula merah panas-panas buatannya.

Kuingat saat pertama kali bertemu dengannya yang ceria di sekretariat asrama Atis.

Kuingat ia yang memasak saat training “menjadi muslimah paling bahagia”

Ah, kuingat banyak hal yang sukar tuk dilupakan.. Jauh dimata dekat di hati. Sahabatku, walau sudah beberapa tahun ini kita sudah susah bertemu…insyaAllah romantisme ini akan selalu terukir , kita akan selalu jadi sahabat karena Allah,

Una.. Luv u fillah ukhti..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers